Ok ...kali ini berhasil.hore hore ! Ayo rekan rekan alumni yang lain,mari bergabung untuk saling komunikasi/silaturakhim. dari saya : yusroni alumni PAKYM 1963 ~1975 HALO PAK SRI HARYANTO, WIDODO AR,ROKHANI,SANGIDI,SUHADI,JAMHARI DLL NYA AYO BERGABUNG.....
Siraman rokhani (dikutip dr Ust.A'A GYM) judul : Bila Keluarga Cinta Dunia QS surat Al-Ankabut ayat 64: ”Dan tiadalah kehidupan di dunia ini, melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesunguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahui”
Seakan telah menjadi bagian yang sangat standar dari skenario kehidupan ini, bahwa hampir sepanjang rentang usia dunia hingga saat ini, betapa banyak orang yang selama hidupnya begitu disibukkan oleh kerja keras, peras keringat banting tulang dalm mencari penghidupan, persis seperti ketakutan tidak kebagian makan. Apa yang telah diperolehnya dikumpul-kumpulkan dan ditimbun dengan seksama demi agar anak-anaknya terjamin masa depannya. Tunggu lanjutannya,Insya Alloh..... wass
Ini lanjutan judul ,Bila Keluarga Cinta Dunia' Ada juga orang yang dalam hidupnya teramat merindukan penghargaan dan penghormatan, sehingga hari-harinya begitu disibukan dengan memperindah rumah, mematut-matut diri, membeli aneka asesori, dan sebagainya, yang semua itu notabene dilakukan semata-mata ingin dihargai orang.
Inilah fenomena kehidupan yang menunjukan betapa manusia dalam kehidupannya akan selalu berpeluang dekat dengan hawa nafsu yan merugikan. Oleh sebab itu, bagi siapa pun yang berniat mengayuh bahtera rumah tangga, hendaknya jangan membayangkan rumah tangga akan beroleh kebahagiaan dan ketenangan bila hanya dipenuhi dengan hal-hal duniawi belaka. Karena, segala asesoris duniawi diberikan oleh Alloh kepada orang yang terlaknat sekalipun.
Sekiranya tujuan sebuah rumah tangga hanya duniawi belaka, maka batapa para penghuninya akan merasakan letih lahir batin karena energinya akan lebih banyak terkuras oleh segala bentuk pemikiran tentang taktik dan siasat, serta nafsu menggebu untuk mengejar-ngejarnya terus menerus siang malam. Padahal, apa yang didapatkannya tak lebih dari apa yang telah ditetapkan Alloh untuknya. Walhasil, hari-harinya akan terjauhkan dari ketenteraman batin dan keindahan hidup yang hakiki karena tak ubahnya seorang budak. Ya, budak dunia !
Alloh ‘Azza wa jalla memang telah berfirman untuk siapa pun yang menyikapi dunia dengan cara apa pun : cara hak maupun cara bathil. “Hai dunia, titah-Nya, “ladeni orang yang sungguh-sungguh mengabdikan dirinya kepada-Ku. Akan tetapi sebaliknya, perbudak orang yang hidupnya hanya menghamba kepada-Mu” !
Asalamualaikum, aku juga berusaha tp tak bisa mas, aku juga ingin tau kabar rekan rekan alumni dan mereka bertebaran dimana ya? Kl aku skrng ada di riau ikut program transmigrasi mas. Sekian dulu yamas dari adikmu sugito masuk panti th 1975. Wasalam
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusOk ...kali ini berhasil.hore hore !
BalasHapusAyo rekan rekan alumni yang lain,mari bergabung untuk saling komunikasi/silaturakhim.
dari saya : yusroni alumni PAKYM 1963 ~1975
HALO PAK SRI HARYANTO, WIDODO AR,ROKHANI,SANGIDI,SUHADI,JAMHARI DLL NYA AYO BERGABUNG.....
ASS WR WB
BalasHapusApa khabar Alumni PAKYM semuanya
Ditunggu tanggapan dari Alumni
wassalam
Siraman rokhani (dikutip dr Ust.A'A GYM)
BalasHapusjudul : Bila Keluarga Cinta Dunia
QS surat Al-Ankabut ayat 64:
”Dan tiadalah kehidupan di dunia ini, melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesunguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahui”
Seakan telah menjadi bagian yang sangat standar dari skenario kehidupan ini, bahwa hampir sepanjang rentang usia dunia hingga saat ini, betapa banyak orang yang selama hidupnya begitu disibukkan oleh kerja keras, peras keringat banting tulang dalm mencari penghidupan, persis seperti ketakutan tidak kebagian makan. Apa yang telah diperolehnya dikumpul-kumpulkan dan ditimbun dengan seksama demi agar anak-anaknya terjamin masa depannya.
Tunggu lanjutannya,Insya Alloh..... wass
Ini lanjutan judul ,Bila Keluarga Cinta Dunia'
BalasHapusAda juga orang yang dalam hidupnya teramat merindukan penghargaan dan penghormatan, sehingga hari-harinya begitu disibukan dengan memperindah rumah, mematut-matut diri, membeli aneka asesori, dan sebagainya, yang semua itu notabene dilakukan semata-mata ingin dihargai orang.
Inilah fenomena kehidupan yang menunjukan betapa manusia dalam kehidupannya akan selalu berpeluang dekat dengan hawa nafsu yan merugikan. Oleh sebab itu, bagi siapa pun yang berniat mengayuh bahtera rumah tangga, hendaknya jangan membayangkan rumah tangga akan beroleh kebahagiaan dan ketenangan bila hanya dipenuhi dengan hal-hal duniawi belaka. Karena, segala asesoris duniawi diberikan oleh Alloh kepada orang yang terlaknat sekalipun.
Sekiranya tujuan sebuah rumah tangga hanya duniawi belaka, maka batapa para penghuninya akan merasakan letih lahir batin karena energinya akan lebih banyak terkuras oleh segala bentuk pemikiran tentang taktik dan siasat, serta nafsu menggebu untuk mengejar-ngejarnya terus menerus siang malam. Padahal, apa yang didapatkannya tak lebih dari apa yang telah ditetapkan Alloh untuknya. Walhasil, hari-harinya akan terjauhkan dari ketenteraman batin dan keindahan hidup yang hakiki karena tak ubahnya seorang budak. Ya, budak dunia !
Alloh ‘Azza wa jalla memang telah berfirman untuk siapa pun yang menyikapi dunia dengan cara apa pun : cara hak maupun cara bathil. “Hai dunia, titah-Nya, “ladeni orang yang sungguh-sungguh mengabdikan dirinya kepada-Ku. Akan tetapi sebaliknya, perbudak orang yang hidupnya hanya menghamba kepada-Mu” !
Kepada panitia reunu PAKYM...
BalasHapusSudah saya coba buka file foto foto reuni dengan http/www ......(sesuai adress kok nggal nongol fotonya alias ACCES DENIET
Wassalam ... ditunggu
Asalamualaikum, aku juga berusaha tp tak bisa mas, aku juga ingin tau kabar rekan rekan alumni dan mereka bertebaran dimana ya? Kl aku skrng ada di riau ikut program transmigrasi mas. Sekian dulu yamas dari adikmu sugito masuk panti th 1975. Wasalam
Hapus